Melihat Telapak Kaki Raksasa di Aceh Selatan

Bekas telapak kaki raksasa di Aceh Selatan
Bekas telapak kaki raksasa di Aceh Selatan (Foto: net)

NOTULA.Net – Alam menyimpan banyak cerita, ada cerita sejarah yang faktanya nampak jelas, dan banyak pula cerita legenda yang secara turun temurun terus dibicarakan dalam masyarakat, walau kebenarannya masih dipertanyakan banyak orang.

Salah satu legenda yang masyhur di masyarakat adalah legenda Tapaktuan, yaitu legenda telapak kaki raksasa. Cerita rakyat yang satu ini  berasal dari Kabupaten Aceh Selatan.

Salah satu dari banyak versi yang sering terdengar ceritanya, menyebutkan bahwa, dahulu kala  hidup sepasang naga yang tidak memiliki anak di wilayah tersebut.

Baca: Kenali 8 Gejala Kanker Payudara, Ini Cara Mencegahnya

Suatu hari, sepasang naga ini menemukan seorang bayi perempuan nan mungil terombang ambing di tengah lautan lepas setelah kapal orang tuanya berasal dari China hancur di terjang badai.

Dengan penuh kasih sayang, sepasang naga kemudian merawat bayi kecil itu hingga tumbuh menjadi perempuan dewasa yang cantik jelita, kemudian dalam cerita terkenal dengan nama putri naga.

Meski selalu mendapatkan pereawatan dengan kasih sayang, Putri Naga merasa tidak betah dengan keadaan yang ia rasakan. Ia tidak pernah dapat izin untuk bermain keluar, sebab kedua naga takut putri menumukan orang tua kandungya.

Baca: Berciuman Punya Manfaat Sama dengan Menyikat Gigi

Sang putri merasa terkekang, sehingga ia berniat untuk melarikan diri. Singkat cerita kesempatan itu pun muncul. Saat kedua naga pergi, sang putri lari menaiki kapal yang sempat berlabuh di kawasan tersebut.

Mengetahui hal itu, naga pun murka. Mereka  mengira kapal telah mencuri anaknya, sehingga kapal dan semua penumpang terancam.

Karena ketakutan, penumpang kapal berteriak-teriak, dan teriakan itu terdengar oleh Tuan Tapa yang sedang bertapa di dalam sebuah goa, yaitu Goa Kalam.

Kemudian, Tuan Tapa keluar, dan melangkahkan kaki kanan di karang untuk melontarkan tubuh ke laut tempat pertempuran naga dan awak kapal. Jejak kaki itu membekas di karang di sisi Gunung Lampu sebelah laut.

 

Pertempuran Sengit

Singkat cerita pertempuran sepasang naga dengan Tuan Tapa terjadi sengit, namun pada akhirnya yang menang adalah Tuan Tapa setelah kedua naga itu tewas.

Kini, legenda Tuan Tapa dan telapak kaki raksasa itu menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Aceh Selatan yang ramai dikunjungi.

Tidak hanya dari Aceh, namun juga di kunjungi oleh wisatawan dari berbagai wilayah di Indonesia.

Jejak kaki ini begitu tersohor di tengah masyarakat, lebarnya sekitar 1,5 meter dan panjang sekitar 3 meter, terletak di bibir pantai dan deretan Gunung Lampu, kota Tapaktuan.

Selain legendanya yang unik, lokasi tapak ini juga menarik karena berpemandangan alam indah. Tempat itu berada di karang yang menjadi kaki Gunung Lampu serta menghadap ke Samudera Hindia.

Gunung Lampu adalah bukit yang berketinggian sekitar 50-100 meter dari permukaan laut. Bukit itu masih hijau penuh rerumputan dan pepohonan rindang.

Bentang alam itu membuat pendatang atau wisatawan bisa bersantai menikmati pemandangan dan berfoto bersama rekan ataupun keluarga.